Pilihan Alat KB Tipe KB hormonal yang sekarang ini dipakai telah disamakan jumlahnya supaya tidak memberikan dampak yang berarti pada peningkatan berat tubuh. Kembali juga, peningkatan berat tubuh dapat dihindari, kok.

Pertambahan berat tubuh umumnya disebabkan karena faktor-faktor, seperti gaya hidup yang kurang sehat (misalkan jarang-jarang olahraga dan

kerap konsumsi makanan yang mengandung lemak, gula, atau kalori yang tinggi), bertambahnya umur, atau mempunyai masalah kesehatan tertentu.

Bermacam Tipe KB yang Tidak Membuat Gendut
Bila pemakaian kontrasepsi hormonal membuat Anda cemas akan kenaikan berat tubuh, karena itu bermacam tipe kontrasepsi berikut menjadi opsi untuk Anda: Pilihan Alat KB

1. IUD
IUD atau Intra Uterine Piranti, yang dikenal juga selaku KB spiral, ialah alat kontrasepsi berupa huruf T dan memiliki ukuran seputar 3 cm
yang dimasukkan pada dalam kandungan. Ada dua tipe IUD yang biasanya dipakai, yakni yang memiliki kandungan hormon atau yang tidak memiliki kandungan hormon.
IUD nonhormonal mempunyai belitan tembaga di sekitarnya dan berperan selaku spermisida yang sanggup membunuh sperma. Tipe kontrasepsi ini bisa dipakai sampai 10 tahun.
Sedang IUD yang memiliki kandungan hormon diperlengkapi dengan hormon progestin yang berperan untuk menebalkan lendir pada
serviks dan menahan pembuahan dalam kandungan. IUD hormonal bisa dipakai sampai 3-5 tahun.
IUD tidak membuat badan alami kenaikan berat tubuh. Sejumlah kecil wanita yang memakai IUD hormonal kemungkinan alami sedikit
kenaikan berat tubuh, tetapi kenaikannya masih kurang berarti sampai membuat badan alami kegemukan.
2. Spermisida
Spermisida ialah tipe kontrasepsi yang berperan untuk membunuh sel sperma. Alat KB ini ada berbentuk cream, gel, atau tablet yang dimasukkan pada dalam vagina saat sebelum melakukan hubungan intim. Beberapa macam kondom ada juga yang dilapis oleh spermisida.
Meskipun begitu, alat KB ini bisa mengakibatkan alergi atau iritasi pada beberapa orang. Tanda-tandanya dapat berbentuk rasa perih, gatal, atau kemerahan pada organ intim waktu dipakai dalam berhubungan seks.