Memberikan Makanan Bayi Secara perasaan, bayi yang menyusu langsung pada payudara lebih sanggup mengukur rasa lapar dan kenyangnya. Bayi yang menyusu langsung pada payudara umumnya akan selekasnya stop menyusu waktu dia berasa kenyang. Tetapi, beda hal bila bayi menyusu dengan botol susu.

Menyusu melalui botol susu bisa membuat Sang Kecil tidak sensitif pada rasa kenyang dan lapar, terutama bila Bunda kerap memaksakan untuk habiskan susu yang berada di botol. Rutinitas ini dapat membuat bayi makan terlalu berlebih dan memacu kegemukan pada bayi. Memberikan Makanan Bayi

Gigi busuk
Bayi yang telah mempunyai gigi dan mempunyai rutinitas minum susu atau minuman manis dengan botol susu sampai tertidur beresiko alami gigi busuk. Pemicunya ialah tersisa susu atau minuman manis pada gigi dan mulut yang dapat memacu perkembangan bakteri. Bakteri berikut yang selanjutnya akan memunculkan kerusakan dan pembusukan gigi.
Kemungkinan Bunda memikir jika gigi susu bayi yang busuk nanti akan tanggal dan diganti gigi dewasa. Eits, tidak boleh salah, Bun. Masalah pada gigi bayi dan beberapa anak, sekalinya cuman gigi susu, dapat mengakibatkan masalah makan dan masalah bicara, lho. Jadi, otomatis akan mempengaruhi tumbuh berkembang anak.
Terselak dan infeksi telinga
Memberi susu memakai botol susu sampai bayi tertidur beresiko lho, Bunda. Kecuali dapat membuat terselak, rutinitas ini bisa juga mengakibatkan ASI atau susu formulasi mengucur ke tuba eustachius yang disebut aliran penyambung telinga, hidung, dan kerongkongan. Ini dapat tingkatkan resiko bayi alami infeksi telinga.
Upayakan status waktu memberi ASI atau susu formulasi memakai botol susu sama dengan sikap menyusui melalui payudara, yakni menggendong Sang Kecil dengan status kepala dan pundaknya bertumpu pada lekukan lengan Bunda.
Bila umur Sang Kecil masih tidak cukup dari enam bulan, tidak boleh memberinya air atau minuman manis lain, sebab bisa mengusik perkembangan Sang Kecil dan memunculkan masalah pencernaan. Ingat, sampai umur enam bulan, makanan khusus bayi ialah ASI.
Lihat pertanda bayi telah kenyang, untuk menahan pemberian ASI atau sufor yang terlalu berlebih.