Ini Penyakit yang Biasanya, nyamuk yang kerap menggigit manusia ialah nyamuk betina. Ini dilaksanakan oleh nyamuk betina untuk memperoleh protein dan zat besi yang terdapat pada darah untuk produksi telurnya.

Keluh kesah yang kerap disebabkan karena gigitan nyamuk ialah timbulnya rasa gatal dan munculnya bentol-bentol di kulit. Tetapi tidak cuma itu Bun! Ada banyak penyakit yang dapat menebar lewat gigitan nyamuk, misalnya: Ini Penyakit yang

1. Demam berdarah
Bunda pasti sudah kenal dengan DBD atau demam berdarah dengue. Penyakit ini disebabkan karena virus Dengue yang masuk di badan lewat gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Waktu terkena virus Dengue Sang Kecil dapat alami beberapa keluh kesah dan tanda-tanda, misalnya:
Penyakit yang disebabkan karena parasit Plasmodium ini umumnya ditebarkan lewat gigitan nyamuk Anopheles. Waktu terkena parasit ini, Sang Kecil dapat alami tanda-tanda, seperti demam, menggigil, berkeringat, dan sakit di kepala. Bahkan juga, beberapa anak dapat alami anemia berat masalah pernafasan.
Umumnya tanda-tanda dan keluh kesah penyakit malaria akan tampil pada 10-15 hari sesudah gigitan nyamuk. Penyakit malaria membutuhkan pengatasan selekasnya, sebab bisa mencelakakan nyawa Sang Kecil.
3. Chikungunya
Chikungunya ialah infeksi virus yang disebabkan karena gigitan nyamuk Aedes aegypti atau Aedes albopictus. Penyakit chikungunya diikuti dengan demam dan ngilu persendian tiba-tiba, yang membuat penderitanya susah bergerak.
Beberapa gejala itu umumnya berjalan seputar 1 minggu. Tetapi pada beberapa pasien, ngilu persendian dapat berjalan sepanjang beberapa bulan.
4. Virus zika
Sama dengan penyakit chikungunya dan demam berdarah, virus zika disebarkan lewat gigitan nyamuk Aedes aegypti.
Adapun tanda-tanda yang kemungkinan muncul mencakup tampil ruam di kulit, gatal di semua badan, sakit di kepala, demam tinggi, ngilu persendian dan otot, mata merah atau konjungtivitis, ngilu dibagian belakang mata, dan peluang berlangsung bengkak di sendi tangan dan kaki.
Bila infeksi virus zika berlangsung pada ibu hamil, bisa berlangsung kenaikan resiko kecacatan pada janin.