Hubungan Suami Istri Sesudah Sang Kecil lahir, sudah pasti pekerjaan rumah akan jadi lebih banyak. Jika kamu tidak mempunyai orang kepercayaan rumah tangga, share pekerjaan dengan suami sah-sah saja, kok. Tetapi, rundingkan dahulu baik dengan suami berkenaan pembagian pekerjaannya.

Misalkan jika kamu membersihkan baju, suami dapat mendapatkan pekerjaan untuk menjemurnya, atau bila kamu sapu, suami dapat mengepel. Bila pekerjaan rumah tangga ditangani bersama, kecuali rumah masih bersih dan nyaman untuk ditempati, energimu juga tidak terkuras sendiri. Kolaborasi team semacam ini bisa juga membuat jalinan kalian semakin kuat, lho. Hubungan Suami Istri

2. Ungkap hati pada pasangan
Berapa juga dekatnya kamu dan pasangan saat sebelum mempunyai anak bukan bermakna ia dapat membaca pikiranmu. Supaya tidak tampil perselisihan yang tidak diharapkan, yok, coba untuk seringkali mengutarakan padanya apa yang kamu alami.
Sampaikan apa sebagai keluh kesahmu. Kebalikannya, dengar apa yang dirasakan pasanganmu. Dengan berbicara, kamu dan pasangan dapat pahami hati semasing. Bila ada permasalahan, kalian bisa juga ambil jalan keluar bersama.
4. Menjaga performa
Sesudah melahirkan, bukan bermakna kamu tak perlu kembali memperhatikan performamu, ya. Jika tidak ingin pasangan beralih ke lain hati, kamu tetap harus menjaga diri dan jaga performamu.
Kadang-kadang ubahlah dastermu dengan baju yang lebih rapi saat suami pulang kerja. Kamu bisa juga mengoleskan sedikit dandanan di muka supaya nampak lebih fresh serta lebih memikat buat suamimu. Macam performa baru yang fresh dan menarik dapat membuat hubunganmu dengan suami selalu terlindungi, lho.
5. Mengatur agenda berkencan
Mempunyai anak bukan bermakna kamu dan pasangan tidak dapat berduaan seperti periode kekasihan dahulu. Yok, kadang-kadang mengatur agenda kencanmu dengan pasangan. Tidak harus ke lokasi yang jauh, kok. Kalian dapat sebatas melihat film di bioskop, jalan-jalan di taman yang berada di lingkungan sekitar rumah, atau dinner di lokasi yang dahulu kerap kalian kunjungi pada saat masih kekasihan.
Saat kamu dan pasangan akan berkencan, janganlah lupa untuk memercayakan Sang Kecil pada kakek dan neneknya, atau saudaramu. Yakinkan seluruh keperluan Sang Kecil telah kamu persiapkan, supaya orang yang mengasuhnya kelak tidak kerepotan.