Gejala Cerebral Palsy Seorang bayi atau anak perlu diduga alami cerebral palsy jika dia mempunyai salah satunya atau faktor-faktor resiko di atas dan alami keluh kesah atau tanda-tanda yang ke arah pada penyakit ini.

Berikut Tanda-tanda Cerebral Palsy pada Bayi
Tanda-tanda cerebral palsy pada bayi umumnya bisa nampak semenjak dia baru berusia beberapa waktu. Tetapi, keadaan ini kerap kali tidak diakui orangtua. Umumnya kasus cerebral palsy baru teridentifikasi saat bayi telah berumur 1 atau dua tahun. Bahkan juga kadang keadaan ini baru terdeteksi pada beberapa anak yang lebih tua. Gejala Cerebral Palsy

Tidak itu saja, abnormalitas otak yang dirasakan pasien cerebral palsy dapat memunculkan permasalahan kesehatan lain, seperti tremor (gemetar), badan kaku, otot lemas, atau masalah pengaturan badan.

Sinyal dan tanda-tanda cerebral palsy tidak selamanya sama pada tiap bayi yang merasakannya. Ini bergantung di bagian otak yang mana alami kerusakan. Keadaan ini juga kerap kali serupa dengan beberapa penyakit lain.
Karena itu, jika bayi atau anak memperlihatkan beberapa sinyal dan tanda-tanda di atas, cepatlah kontrol ke dokter agar ditegaskan pemicunya.
Apa Cerebral Palsy Dapat Sembuh?
Cerebral palsy adalah keadaan yang akan ditempuh sepanjang umur. Sampai sekarang belum diketemukan sistem penyembuhan yang dapat mengobati keadaan ini seutuhnya. Tetapi, ada banyak sistem pengatasan yang bisa dilaksanakan buat memudahkan tanda-tanda dan mendukung supaya bayi bisa berkembang dan tumbuh dengan sebaik-baiknya.
Arah therapy khusus pada cerebral palsy lebih diprioritaskan untuk
menolong bayi atau anak yang alami keadaan ini untuk dapat beraktivitas secara berdikari, seperti memegang satu benda, merayap, duduk, dan berjalan.
Untuk pastikan apa bayi alami cerebral palsy atau mungkin tidak, perlu dilaksanakan pengecekan oleh dokter anak lebih dulu. Dalam tentukan analisis, dokter akan lakukan pengecekan fisik pada bayi
atau anak, bertanya kisah kehamilan ibu, dan tentukan apa ada permasalahan kesehatan tertentu pada bayi sesudah dia bayi dilahirkan.
Dokter akan lakukan penilaian tumbuh berkembang dan pengecekan
pendukung, seperti test darah, elektroensefalografi (EEG), dan pemindaan otak dengan CT scan, MRI, atau USG kepala.
Bila hasil pengecekan dokter memperlihatkan jika bayi alami cerebral palsy, karena itu dokter bisa merekomendasikan langkah-langkah pengatasan, yakni:
Fisioterapi
Ada beberapa macam therapy fisik (fisioterapi) yang dapat diaplikasikan untuk menolong bayi menyesuaikan dengan keadaannya. Dokter akan tentukan tipe fisioterapi dan tehnik latihan tertentu yang
diperlukan bayi dengan keadaan ini seperti anggota badan yang mana terimbas oleh cerebral palsy.
Arah khusus dari therapy ini untuk tingkatkan kemampuan otot, kesetimbangan dan pengaturan pergerakan, dan kendalian gerak bayi. Dengan demikian, diinginkan bayi dapat beraktivitas dengan normal, misalkan mengusung kepala, bergulir, dan memegang.