Penyebab Hingga Cara Apraxia bisa muncul karena ada masalah pada otak besar, khususnya sisi yang berperan untuk mengatur dan ingat pergerakan. Masalah itu dapat dipacu oleh beberapa hal, misalnya:

Kecuali bermacam keadaan di atas, abnormalitas bawaan semenjak lahir dan abnormalitas genetik terkait dengan apraxia. Itu penyebabnya, apraxia bisa berlangsung di umur yang paling muda, yakni di umur kanak-kanak. Penyebab Hingga Cara

Tanda-tanda Apraxia
Tanda-tanda apraxia dapat beragam dan belum pasti sama pada tiap penderitanya. Tetapi pada umumnya, beberapa pasien menyalahkan ketakmampuan dalam beraktivitas dan pergerakan yang awalnya telah terbiasa mereka kerjakan. Misalnya:

Tanda-tanda yang ke arah apraxia harus dibawa ke dokter specialist saraf. Untuk menganalisis penyakit ini, dokter akan lakukan beberapa test, dimulai dari MRI sampai pengecekan cairan otak, untuk mengenali pemicunya.
Sesudah pemicu apraxia dijumpai, pengatasan akan disamakan. Misalkan, jika apraxia adalah tanda-tanda dari satu penyakit, karena itu penyakit itu akan ditangani lebih dahulu. Apraxia bisa berlangsung bersama penyakit atau masalah saraf lain, seperti afasia.
Dalam tangani apraxia, dokter akan merekomendasikan pasien untuk jalani therapy okupasi. Dalam therapy ini, pasien akan diberikan langkah menggerakan badan dan otot muka, dan bermacam tehnik komunikasi yang mencakup:
Disamping itu, pasien dapat pelajari tehnik komunikasi lain, misalkan bahasa sandi, supaya lebih gampang berbicara sama orang lain.
Kehilangan kendalian atas pergerakan mulut atau anggota badan lain bukan hanya menghalangi rutinitas, tetapi bisa juga jadi pukulan psikis untuk pasien apraxia.
Jika didiamkan terlalu lama, keadaan ini bisa turunkan rasa optimis dan mengusik kehidupan sosial pasien. Karena itu, dibutuhkan kontribusi psikiater dan suport kepribadian dari keluarga untuk kesuksesan pengatasan apraxia.
Apraxia ialah masalah saraf yang serang mekanisme motorik. Keadaan ini mengakibatkan otot tidak sanggup terima perintah otak secara baik, hingga penderitanya tidak sanggup lakukan pergerakan tertentu walau dia pengin.
Apraxia dapat berlangsung di beberapa anggota badan, walau biasanya serang otot tempat mulut. Pada kasus ini, pasien akan susah lakukan beberapa gerakan, seperti bersiul, menjilat bibir, menjulurkan lidah, atau bahkan juga berbicara.