Memahami Sarkoma Kaposi Pada banyak orang, infeksi virus ini tidak memunculkan tanda-tanda atau mengakibatkan berlangsungnya sarkoma Kaposi. Kanker ini umumnya diketemukan ke orang dengan ketahanan badan yang rendah, seperti pasien HIV atau orang yang memakai obat penekan mekanisme ketahanan tubuh (imunosupresan), hingga rawan terserang infeksi.

Tanda-tanda khusus sarkoma Kaposi ialah timbulnya bintik warna merah atau ungu di kulit atau dalam mulut. Bintik ini nyaris serupa dengan bengkak dan tidak berasa sakit. Pada beberapa kasus, sarkoma Kaposi dapat terlihat berbentuk tonjolan dengan warna merah atau keunguan.
Kalau sudah menebar ke anggota badan lainnya, sarkoma Kaposi dapat memunculkan gejala-gejala tambahan, misalnya: Memahami Sarkoma Kaposi

Berapa cepat tanda-tanda sarkoma Kaposi berkembang bergantung pada macamnya. Beberapa macam sarkoma Kaposi perlu sekian tahun untuk berkembang. Tetapi tanpa perawatan, sejumlah besar tumor garang atau kanker ini dapat makin bertambah kronis secara cepat dalam perhitungan minggu atau bulan.

Tipe Sarkoma Kaposi dan Penangannya
Tiap tipe sarkoma Kaposi membutuhkan pengatasan yang lain, bergantung di tingkat keparahan dan berapa cepat kanker ini bisa menebar. Berdasar type penyakitnya, sarkoma Kaposi dibagi jadi 4 tipe, yakni:
1. Sarkoma Kaposi classic
Sarkoma Kaposi classic termasuk jarang berlangsung. Tipe ini semakin banyak serang pria lanjut usia berumur di atas 60 tahun. Dalam tubuh, sarkoma Kaposi classic akan ada di tungkai bawah atau kaki.
Tidak seperti tipe sarkoma Kaposi yang lain, tanda-tanda sarkoma Kaposi classic berkembang benar-benar lamban sepanjang tahun. Sarkoma Kaposi type ini umumnya tidak beresiko. Meskipun begitu, penyakit ini masih memerlukan pengatasan klinis. Sarkoma Kaposi classic dapat ditangani dengan cara-cara, yakni:
Sarkoma Kaposi yang berlangsung pada pasien HIV ini bisa tampil dibagian badan mana juga. Bila ada di mulut, sarkoma Kaposi ini bisa mengakibatkan pasien susah menelan. Sedang pada aliran cerna, sarkoma Kaposi dapat mengakibatkan masalah pencernaan.
Sarkoma Kaposi HIV condong berkembang cepat sekali bila tidak diobati, terlebih bila mekanisme ketahanan tubuh pasien HIV sangat kurang kuat. Karena itu, pasien HIV perlu memperoleh penyembuhan antiretroviral (ARV) untuk mendesak jumlah virus HIV dalam badannya.
Penyembuhan ARV berperan untuk menahan berlangsungnya sarkoma Kaposi pada pasien HIV. Kalau sudah tampil sarkoma Kaposi, karena itu dokter akan lakukan pengatasan dengan pembandinghan, radioterapi, dan kemoterapi.